Bahaya Makanan dan Minuman Berpengawet Bagi Ginjal

 Berbagai organ tubuh bersinergi satu sama lain untuk membuah sebuah sistem kesehatan yang bagus bagi tubuh. Masing-masing organ tubuh memiliki peranan penting dalam tugasnya. Salah satu yang jarang diperhatikan namun ternyata memiliki fungsi yang sangat besar bagi tubuh adalah ginjal.

Ginjal memiliki fungi penting dalam melakukan penyaringan berbagai zat berbahaya dan membuang zat-zat berbahaya itu sekaligus dengan zat-zat sisa metabolism dalam darah, atau yang disebut dengan detoksifikasi. Namun fungsi ginjal yang lain juga tidak kalah pentingnya yakni sebagai penyeimbang cairan dan elektrolit dalam darah, memproduksi bentuk aktif dari vitamin D sehingga tubuh dapat melakukan penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan atau minuman yang membuat tulang dan gigi menjadi kuat.

Kurangnya pengetahuan akan fungsi ginjal ini membuat orang menjadi sangat minim kepeduliannya untuk menjaga kesehatan ginjalnya. Hal ini bisa dilihat dengan banyak sekali kalangan yang melakukan pola hidup yang salah, dari pola makan, kegiatan, hingga istirahat. Hal ini ternyata rentan memicu kerusakan pada ginjal. Bagi yang terus menerus tidak melakukan penjagaan kesehatan ini, tanpa memandang usia dan jenis kelamin, akan rentan mengalami gagal ginjal.

Ginjal yang baik akan menyaring zat yang dibutuhkan tubuh dan membuang zat lainnya sebagai sisa metabolism tubuh, namun jika ginjal telah mengalami kegagalan, zat-zat yang tidak dibutuhkan itu menumpuk dalam jantung dan menjadi racun yang akan mengganggu kesehatan tubuh.

Kerusakan Ginjal ini dipicu oleh beberapa sebab, namun yang paling sering terjadi karena adanya kesalahan dalam konsumsi makanan dan minuman tertentu. Ketidakpedulian manusia dalam mengkonusmi makanan yang mengandung pewarna dan pengawet buatan dalam periode yang berkelanjutan akan semakin memberatkan kinerja ginjal hingga dapat membuat kegagalan pada ginjal tersebut.

Ada baiknya kita mulai lagi mengatur pola hidup kita agar menjadi lebih sehat, dan mulai menghindari makanan atau minuman yang mengandung pewarna atau pengawet buatan agar ginjal kita senantiasa bekerja dengan normal dan tidak beresiko mengalami kegagalan.

Menjaga Paru-Paru untuk Kesehatan Sistem Pernapasan

Paru-paru merupakan bagian dari organ tubuh yang berfungsi untuk melakukan respirasi atau pertukaran oksigen yang terkandung di dalam udara yang masuk ke dalam darah dan karbondioksida yang dibuang melalui mulut atau hidung kita. Begitu pentingnya bagian tubuh ini dalam sistem pernafasan, menjaganya agar tetap dalam kondisi baik dan sehat, akan membuatnya selalu berfungsi sesuai dengan seharusnya. Dengan kondisi udara yang semakin memburuk saat ini, terlebih lagi di daerah perkotaan dengan berbagai polusi, baik kendaraan bermotor maupun asap pabrik, tentunya sangat tidak baik bagi sistem pernafasan kita, terutama paru-paru.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru.

  • Biasakan menghirup udara melalui hidung. Hidung telah dilengkapi dengan filter atau penyaring berupa bulu-bulu halus yang sangat berguna untuk menyaring udara yang masuk ke dalam tubuh. Jika terdapat kotoran seperti partikel debu dalam udara yang terhirup, maka akan tertahan pada bulu-bulu tersebut dan diendapkan dengan sedikit cairan di bagian hidung yang tidak masuk ke dalam saluran pernapasan. Kotoran yang menjadi endapan ini biasa kita sebut dengan upil.
  • Merangkakkan badan di lantai pada saat beraktifitas seperti membaca buku, menulis, atau menggunakan laptop merupakan kebiasaan yang tidak baik untuk paru-paru. Posisi yang dimaksud adalah merentangkan badan dengan dada berada di bawah. Apabila sering dilakukan dapat mengakibatkan gangguan pada organ pernapasan termasuk paru-paru. Pada posisi tersebut keadaan paru-paru terhimpit atau terjepit beban tubuh, sehingga saluran paru-paru tidak dapat secara maksimal dalam menerima udara. Bahkan 25 % saluran tidak dapat teraliri oksigen, sehingga 75 % saluran lainnya menjadi berat. Hal ini dapat menyebabkan penyakit bronkitis dan paru-paru basah.
  • Hindari asap yang berbau menyengat. Asap merupakan bentuk udara yang dengan partikel udara yang mengikat zat lain seperti debu halus, karbon, nitrogen, bakteri, virus, dll. Misalnya asap kendaraan merupakan udara berkarbon sisa pembakaran kendaraan bermotor, apabila terhirup dan masuk ke dalam paru-paru dapat berakibat pada berkurangnya fungsi organ paru-paru.
  • Perbanyaklah menghirup udara segar dan udara bersih yang bisa kita jumpai di pagi hari. Atau juga bisa didapat di daerah yang bebas polusi, misalnya di daerah pegunungan atau tempat yang rimbun dengan pepohonan yang banyak mengandung oksigen dan udara bersih. Buatlah jadwal rutin tiap sebulan sekali atau dua kali untuk menyempatkan pergi ke daerah yang memiliki udara segar dan bersih.
  • Hindarilah rokok. Dengan menghindarinya berarti mencegah peluang terjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh rokok. Membebaskan hidup tanpa asap rokok akan membuat sistem pernafasan kita menjadi lebih bersih dan sehat.
  • Hindari makanan dan minuman yang mengandung soda. Kandungannya tidak baik bagi kesehatan paru-paru. Termasuk semua jenis minuman berkarbonasi sangat tidak baik untuk paru-paru.
  • Faktor emosi pun harus dijaga. Situasi yang pelik dan sikap yang emosional dapat berpengaruh pada pernafasan kita. Biasanya nafas menjadi mudah tersengal-sengal, tidak teratur, bahkan sesak nafas. Seseorang yang memiliki sikap sabar biasanya memiliki paru-paru yang lebih baik.

Gemar Kunyah Es Batu Tanda Anemia?

Pada umumnya orang sudah banyak yang mengerti bahwa rasa letih dan lemah merupakan gejala umum adanya anemia. Namun, baru-baru ini ditemukan fakta baru mengenai tanda lain sebagai indikasi bahwa tubuh sedang dalam kondisi kekurangan zat besi, yakni pagophagia. Apa itu pagophagia?

Pagophagia merupakan keinginan tak terkendali dalam diri seseorang untuk mengkonsumsi es batu. Sejauh ini para pakar memang belum menemukan korelasi pasti antara keinginan untuk mengunyah es batu dengan gejala kurang darah. Akan tetapi, es batu diduga dapat mengatasi peradangan pada mulut sebagai akibat kekurangan asupan zat besi.

Pada kasus yang terbilang ‘ekstrim’, orang-orang yang belum terdiagnosis pagophagia dan anemia seringkali membawa es batu kemanapun mereka pergi. Kebiasaan aneh terebut pada umumnya baru dapat dihentikan setelah penderita melakukan terapi suplemen zat besi.

Sebuah riset menunjukkan bahwa kecanduan es batu, baik dikunyah maupun diminum adalah efek samping dari tindakan operasi penurunan berat badan. Operasi penurunan berat badan diketahui mengakibatkan tubuh mengalami kekurangan asupan vitamin B12 dan zat besi.

Sementara teori lain menyebutkan bahwa penderita anemia cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih panas karena adanya penurunan volume darah. Hal inilah yang menyebabkan seseorang tanpa sadar memburu sesuatu yang bersifat dingin seperti es batu.

Mengenal Gejala Pengapuran Sendi

Sendi lutut terasa sakit saat berjalan atau berjongkok? Waspadalah, bisa jadi Anda terkena pengapuran sendi. Pengapuran sendi stadium awal biasanya ditandai dengan nyeri dan kekakuan setelah tidak bergerak dalam waktu lama, misalnya setelah duduk lama atau bangun tidur.

Biasanya sendi juga akan teras sakit jika digunakan untuk beraktivitas, misalnya naik turun tangga, jongkok, atau berjalan dalam waktu yang lama. Selain itu, sering juga terdengar bunyi “krek-krek” saat sendi lutut digerakkan.

Pada stadium yang lebih berat, penderita tidak hanya merasakan sakit saat beraktivitas saja tapi juga saat sedang istirahat. Pada stadium lanjut, rasa sakit akan makin hebat, sendi lutut menjadi kaku dan bengkok seperti huruf X atau O. Umumnya, penderita pengapuran sendi yang berat akan berjalan pincang.

Jika difoto rontgen maka akan terlihat celah sendi yang terkena pengapuran lebih sempit ketimbang celah sendi yang normal sebagai akibat penipisan tulang rawan sendi. Hasil foto rontgen ini dapat digunakan untuk menentukan tingkat keparahan pengapuran sendi.

Pengapuran sendi dibagi menjadi 4 stadium. Stadium 1 dan 2 dikategorikan sebagai pengapuran sendi ringan, sementara stadium 3 dan 4 sebagai pengapuran sendi yang berat.

Pengobatan

Pengobatan pengapuran sendi berbeda-beda tergantung stadiumnya. Pengapuran sendi yang ringan (stadium 1 dan 2) masih bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, misalnya dengan diet penurunan berat badan dan pemberian obat berupa:

1. Obat anti-nyeri dan anti-radang

2. Obat pelumas sendi yang disuntikan ke dalam sendi

3. Pemberian suplemen yang mengandung glukosamin dan kondroitin sulfat untuk menumbuhkan tulang rawan.

4. Operasi dengan kamera dan alat khusus yang dimasukkan ke dalam sendi melalui sayatan kecil untuk membersihkan permukaan tulang rawan sendi yang berserabut dan membuang “kotoran” lain di dalam sendi. Operasi semacam ini disebut “arthroscopic debridement”.